Polisi Temukan Selongsong Petasan Jumbo di Lokasi Ledakan Ponorogo

Polisi Temukan Selongsong Petasan Jumbo di Lokasi Ledakan Ponorogo
Tim Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur saat mengumpulkan barang bukti sisa ledakan petasan di sebuah rumah Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Senin (2/3/2026). (Espos.id/Imam Mustajab)

Samudrainfo.com, PONOROGO — Setelah lokasi ledakan petasan yang mengakibatkan satu remaja berinisial RKP, 16, meninggal dunia serta melukai HA, 23, dan AF, 20, di Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, disisir tim Gegana Satbrimob Polda Jatim pada Senin (2/3/2026), tim Laboratorium Forensik (Labfor) juga datang untuk mengumpulkan sisa bahan peledak guna kepentingan penyelidikan.

Di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah barang bukti, antara lain belasan selongsong petasan berbagai ukuran, termasuk ukuran jumbo, sisa bubuk bahan peledak yang diduga sebagai booster, timbangan digital dalam kondisi rusak, botol air mineral kecil yang diduga menjadi wadah peledak siap pakai, serta plastik balon udara.

Kasatreskrim Polres Ponorogo, Imam Mujali, menyampaikan jajaran tim Gegana Satbrimob dan Labfor Polda Jawa Timur telah mengidentifikasi sumber ledakan dan jenis bahan yang digunakan. Meski ledakan yang ditimbulkan tergolong besar, ia memastikan bahan peledak yang digunakan termasuk kategori low explosive (berdaya rusak rendah).

“Mereka datang untuk mengidentifikasi bahan apa saja yang digunakan para korban dalam peracikan petasan itu, juga mengamankan lokasi dari sisa bahan peledak yang mungkin masih aktif,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Dalam proses penyisiran dan identifikasi, Imam membenarkan petugas mengamankan sejumlah selongsong petasan siap pakai seukuran kaleng biskuit. Menurutnya, meskipun bahan peledak yang digunakan tergolong low explosive, volume penggunaan yang berlebih membuat daya rusaknya menjadi besar.

Ia menambahkan, penyebab meledaknya petasan tersebut masih belum diketahui karena keterangan para saksi korban belum dapat diperoleh. Saat ini, para korban masih dirawat intensif di RSUD dr. Harjono Ponorogo setelah menjalani tindakan medis.

Kasatreskrim Polres Ponorogo itu meminta semua pihak bersabar dan mempercayakan pengusutan kasus ini kepada aparat kepolisian.

“Dugaan merokok, minum minuman keras, itu masih spekulasi. Saat ini kami belum memeriksa para korban karena kondisinya belum stabil. Kami mohon waktu agar tim dapat bekerja maksimal guna pengusutan kasus ledakan ini,” kata dia.

Leave a Reply