BPBD Karanganyar Siapkan Tim Jungle Rescue, Fokus Cari Orang Hilang di Hutan

BPBD Karanganyar Siapkan Tim Jungle Rescue, Fokus Cari Orang Hilang di Hutan
BPBD Karanganyar bersama PMI dan Baznas setempat membuka seleksi jungle rescue. Foto diambil Minggu (12/4/2026).

Samudrainfo.com, KARANGANYAR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar menggelar seleksi peserta pelatihan Jungle Rescue sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan pencarian dan penyelamatan di kawasan hutan dan pegunungan.

Kegiatan ini melibatkan PMI, Baznas, serta sejumlah organisasi relawan di Karanganyar. Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil evaluasi dari sejumlah kejadian pencarian orang hilang di kawasan hutan, termasuk operasi besar pencarian pendaki hilang di kawasan Bukit Mongkrang yang berlangsung selama 23 hari.

“Ini adalah pelatihan terkait penyelamatan di hutan. Pesertanya dari relawan se-Kabupaten Karanganyar. Hari ini sudah dilakukan screening awal dari sekitar 140 pendaftar,” kata Hendro kepada Espos, Selasa (14/4/2025).

Seleksi Relawan dan Tahapan Pelatihan

Dari proses seleksi tersebut, Hendro mengatakan nantinya akan dipilih sekitar 80 peserta yang berhak mengikuti pelatihan lanjutan di Balai Latihan Kerja (BLK) Karanganyar selama dua hari pada 25–26 April 2026. Setelah itu, pelatihan inti Jungle Rescue akan digelar di Dusun Tambak, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso selama tiga hari mulai 1 hingga 3 Mei 2026.

“Nanti direncanakan Bapak Bupati akan menutup rwngkaian kegiatannya,” katanya.

Hendro menjelaskan bahwa Jungle Rescue merupakan pelatihan pencarian dan penyelamatan di medan hutan rimba dan pegunungan yang meliputi teknik navigasi darat, pertolongan pertama, manajemen operasi, hingga simulasi evakuasi korban. Materi pelatihan meliputi navigasi peta dan kompas, teknik pencarian, survival, hingga evakuasi korban di medan sulit.

Dalam pelaksanaannya, pelatihan akan melibatkan instruktur dari Basarnas Surakarta, BPBD, PMI, serta relawan dan unsur Baznas Karanganyar. Menurutnya, kolaborasi ini penting untuk membentuk tim terpadu yang siap diterjunkan saat terjadi kondisi darurat di kawasan hutan.

“Harapannya nanti terbentuk tim yang solid. Kalau ada kejadian orang hilang di hutan, tim ini bisa langsung bergerak secara terkoordinasi,” katanya.

Hendro menyebut wilayah Karanganyar memiliki sejumlah kawasan rawan, terutama di daerah pegunungan seperti Kecamatan Tawangmangu, Ngargoyoso, dan Jenawi, yang kerap menjadi tujuan pendakian maupun aktivitas wisata alam.

Karena itu, peningkatan kapasitas relawan menjadi kebutuhan mendesak agar proses pencarian dan pertolongan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif, termasuk dalam penanganan kondisi korban seperti hipotermia dan evakuasi di medan berat.

“Intinya kegiatan ini oleh kita dan untuk kita. Semoga ke depan semakin siap jika terjadi kondisi darurat di wilayah hutan,” katanya.

Leave a Reply