Samudrainfo.com, SEMARANG—Upaya mengurangi sampah plastik di Kota Semarang dikemas dengan cara tak biasa. Pemerintah Kota (Pemkot) menghadirkan program “Tukar Botol Dapat Lumpia” yang mengonversi botol bekas menjadi voucer makanan khas, sekaligus menargetkan rekor nasional.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan bahwa program ini bukan sekadar bagi-bagi makanan, melainkan strategi untuk membangun kebiasaan memilah sampah dari rumah sekaligus mengangkat kuliner lokal.
“Melalui program ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah. Botol bekas yang sering dianggap tidak bernilai, kini bisa ditukar menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ucap Agustina, Kamis (23/4/2026).
Menurut dia, pendekatan ini sengaja dirancang agar isu lingkungan tidak terasa berat, melainkan menjadi gerakan kolektif yang dekat dengan keseharian warga.
Momentum ini juga beririsan dengan peringatan hari jadi ke-479 Kota Semarang, sekaligus mempertegas posisi kota sebagai ruang kreatif yang menggabungkan inovasi dan budaya lokal.
Program “Tukar Botol Dapat Lumpia” dijalankan dalam dua tahap. Tahap pertama berupa pengumpulan botol bekas pada 26–30 April 2026 melalui bank sampah terdekat. Botol yang terkumpul kemudian ditukar menjadi voucher untuk ditukarkan dengan lumpia pada tahap berikutnya.
Penukaran berlangsung pada 3 Mei 2026 di Lapangan Pancasila Simpang Lima, mulai pukul 08.00–11.00 WIB.
Gerakan Lingkungan Berbalut Kuliner Lokal
Sebanyak 5.000 porsi lumpia disiapkan untuk masyarakat dalam kegiatan tersebut. Program ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Semarang mencetak Rekor MURI sebagai pembagian lumpia terbanyak berbasis gerakan peduli lingkungan.
“Sebanyak 5.000 porsi lumpia akan dibagikan kepada masyarakat dalam kegiatan ini, yang sekaligus menjadi upaya Pemkot Semarang untuk memecahkan Rekor MURI sebagai pembagian lumpia terbanyak berbasis gerakan peduli lingkungan,” ungkap Agustina.
Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, program ini menjadi bagian dari kampanye pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus memperkuat citra Semarang sebagai kota inovatif berbasis kuliner lokal.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk turut berpartisipasi, mengumpulkan botol bekas, dan menjadi bagian dari sejarah baru Kota Semarang,” tandasnya.

Leave a Reply