Hari Buruh 2026 di Karanganyar: Long March hingga Panggung OM Lorenza

Hari Buruh 2026 di Karanganyar: Long March hingga Panggung OM Lorenza
Buruh di Karanganyar menggelar aksi peringatan May Day di Alun-alun setempat pada Jumat (1/5/2026). (Daerah/Indah Septiyaning Wardani)

Samudrainfo.com, KARANGANYAR — Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan (FSPKEP) Karanganyar menggelar aksi konvoi dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Jumat (1/5/2026).

Massa buruh memulai kegiatan dengan berkumpul di kantor DPC FSPKEP Karanganyar, kemudian melakukan long march menuju Alun-alun Karanganyar. Konvoi dilakukan menggunakan sepeda motor sambil membawa berbagai atribut, seperti spanduk dan poster berisi tuntutan.

Sepanjang perjalanan, mereka menyampaikan aspirasi secara tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Setibanya di alun-alun, massa disambut hiburan konser musik Orkes Melayu OM Lorenza bertajuk “Jadulnya Indonesia” yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Karanganyar bersama kepolisian.

Suasana berlangsung meriah. Para buruh tampak antusias mengikuti rangkaian acara, berjoget bersama, serta mengikuti pembagian doorprize. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan orasi dari perwakilan buruh.

Bupati Karanganyar Rober Christanto dan Wakil Bupati Adhe Eliana turut hadir bersama Ketua Komisi B DPRD Latri Listyowati. Kapolres Karanganyar Arman Sahti juga turun langsung mengamankan jalannya kegiatan.

Ketua DPC FSPKEP Karanganyar Dhanang Sugiyatno dalam orasinya menyoroti kondisi ketenagakerjaan yang dinilai masih memprihatinkan. Ia mengungkapkan masih ada pekerja yang menerima upah sangat rendah, bahkan hanya sekitar Rp1.000 per hari atau Rp14.000 hingga Rp16.000 per bulan.

“Kalau diibaratkan zaman penjajahan, dulu bekerja masih bisa untuk makan. Sekarang, bekerja pun belum tentu cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup,” ujarnya.

Selain persoalan upah, ia juga menyoroti praktik kerja yang dinilai tidak manusiawi, termasuk masih adanya pekerja lanjut usia hingga 75 tahun yang tetap dipekerjakan. Menurutnya, hal ini menunjukkan lemahnya perlindungan tenaga kerja.

Dalam momentum tersebut, buruh menyampaikan sejumlah tuntutan utama, antara lain penghapusan sistem alih daya (outsourcing), penghapusan upah murah, serta penegakan undang-undang ketenagakerjaan secara konsisten.

“Undang-undang memang ada, tetapi yang kami harapkan adalah penegakannya, bukan sekadar formalitas,” kata Dhanang.

Ia juga mengapresiasi peran kepolisian yang dinilai membantu menyelesaikan sejumlah persoalan ketenagakerjaan menjelang May Day, meskipun masih ada beberapa kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Meski diwarnai hiburan, Dhanang menegaskan esensi peringatan Hari Buruh tetap pada penyampaian aspirasi. Ia menyebut konsep perpaduan aksi dan hiburan telah menjadi tradisi dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara itu, Bupati Rober Christanto menyampaikan apresiasi terhadap peran buruh dalam pembangunan daerah.

“Hari ini kita bersama-sama memperingati Hari Buruh. Semoga Karanganyar tetap kondusif. Kami akan selalu hadir dan berjalan bersama para buruh. Anda semua adalah pejuang ekonomi di Karanganyar,” ujarnya.

Leave a Reply