Samudrainfo.com, SRAGEN — Puluhan siswa, guru, dan karyawan SMAN 2 Sragen menggelar bakti sosial (baksos) sekaligus membagikan daging kurban di daerah pelosok Kabupaten Sragen, tepatnya di Dukuh Tanggulrejo, Desa Gilirejo, Kecamatan Miri, Sabtu (30/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, panitia membagikan daging kurban kepada 90 keluarga. Selain itu, mereka juga menyalurkan 90 paket sembako senilai Rp50.000 per paket serta menggelar bazar murah pakaian layak pakai untuk warga setempat.
Tak hanya itu, rombongan SMAN 2 Sragen juga menyerahkan bantuan fasilitas ibadah untuk masjid di dukuh tersebut.
Wakil Kepala Bidang Humas SMAN 2 Sragen, Ediyati Tri Setyoningsih, mengatakan bantuan fasilitas ibadah yang disalurkan meliputi mukena, sarung, sajadah, sandal, sapu, alat pel, hingga cairan pembersih lantai.
Ia menjelaskan hasil penjualan bazar pakaian layak pakai juga diserahkan kepada masyarakat setempat. Seluruh kegiatan sosial tersebut berasal dari donasi sukarela keluarga besar SMAN 2 Sragen.
“Ada 25 siswa dan 25 guru serta karyawan yang terlibat dalam baksos sekaligus berbagi daging kurban. Kepala SMAN 2 Sragen [Beti Marga Sulistyawati] juga turut terlibat. Hasil bazar senilai Rp1,021 juta diserahkan kepada pengurus masjid dan pengurus rukun tetangga setempat. Kami memang sengaja memilih di Dukuh Tanggulrejo, Desa Gilirejo, Miri, karena di desa itu masih minim hewan kurban. Dalam satu dukuh, rata-rata jumlah hewan kubran hanya ada 3-4 ekor kambing pada setiap tahunnya,” jelas dia kepada Espos, Sabtu siang.
Desa Terluar di Sragen Minim Hewan Kurban
Ediyati mengungkapkan warga Dukuh Tanggulrejo belum pernah menerima pembagian daging kurban sapi karena jumlah hewan kurban di wilayah tersebut sangat terbatas. Setiap tahun, hanya terdapat sekitar tiga hingga empat ekor kambing kurban yang dibagikan kepada 90 keluarga.
Menurut dia, Desa Gilirejo merupakan salah satu wilayah terluar dan terjauh di Kabupaten Sragen. Lokasinya berada di ujung barat laut Sragen dan berbatasan dengan kawasan Waduk Kedung Ombo (WKO).
“Baksos dan berbagi daging kurban dilakukan untuk melatih para siswa agar berpengalaman dalam berbagi kebahagiaan dengan warga di pedesaan yang notabene jaduh dari perkotaan. Kegiatan sosial itu juga bertujuan memberikan perhatian kepada sesame warga Kabupaten Sragen dengan perekonomian di bawah rata-rata. Kegiata tersebut juga untuk mempratikan nilai-nilai ajaran agama di lapangan,” katanya.

Leave a Reply