Jadi Perhatian Serius, Ada Temuan 188 Kasus HIV dari Kelompok LSL di Klaten

Jadi Perhatian Serius, Ada Temuan 188 Kasus HIV dari Kelompok LSL di Klaten
Ilustrasi HIV/AIDS

Samudrainfo.com, KLATEN — Kasus penularan HIV/AIDS dalam kelompok risiko lelaki seks dengan lelaki (LSL) di Klaten hingga kini masih menjadi salah satu perhatian serius. Pasalnya, tren temuan kasus baru dari kelompok tersebut menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.

Berdasarkan data dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Klaten, jumlah total temuan kasus HIV dari 2007 hingga Mei 2026 tercatat sebanyak 1.732 kasus. Sementara itu, data menurut kelompok umur menunjukkan temuan kasus terbanyak pada kelompok umur 25-49 tahun sebanyak 1.177 orang.

Sementara temuan kasus menurut faktor risiko di antaranya LSL 188 kasus, pasangan pekerja seks (PPS) 102 kasus, pasangan pelanggan pekerja seks 91 kasus, wanita pekerja seks (WPS) 57 kasus, waria 20 kasus, pengguna narkoba suntik 11 kasus, serta calon pengantin tujuh kasus.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Klaten, Ronny Roekmito, menjelaskan meski tak terjadi lonjakan signifikan, temuan kasus dari faktor risiko LSL tetap menjadi perhatian. Dari tahun ke tahun ada temuan kasus dari kelompok tersebut.

Disinggung rentang usia dari faktor risiko LSL, Ronny menjelaskan kasusnya terjadi di usia-usia remaja. Peningkatan kasus LSL dipengaruhi berbagai faktor.

Salah satunya faktor aktivitas di media sosial. Faktor ekonomi turut mempengaruhi kasus HIV pada kelompok LSL. Banyak kasus ditemukan kalangan remaja terjerumus pada perilaku LSL lantaran diiming-imingi barang mewah.

“Untuk mendapatkan status sosial tertentu, dia ikut-ikutan, karena tidak memiliki uang kemudian ditawari. Dari situlah kemudian menjadi keterusan. Kebanyakan seperti itu kasusnya,” jelas Ronny saat berbincang dengan Espos, Selasa (2/6/2026).

Guna mencegah kalangan remaja terjerumus pada LSL hingga berisiko pada HIV/AIDS, KPA terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi menggandeng berbagai elemen. Edukasi itu terutama dilakukan ke kalangan remaja.

“Kami terus meningkatkan pengetahuan, pengertian kepada kalangan remaja. Tentang bahaya HIV/AIDS, kemudian cara penularan dan sebagainya. Kami sangat berharap semakin banyak remaja yang mengetahui dan bisa menghindari. Walaupun memang kami sadari peningkatan pengetahuan dan pemahaman itu berkejaran dengan pengaruh-pengaruh yang  membuat mereka terjerumus,” ungkap Ronny.

Leave a Reply