Listrik PLN Sering Mati, Bupati Klaten Harap Ada Pemberitahuan Sebelumnya

Listrik PLN Sering Mati, Bupati Klaten Harap Ada Pemberitahuan Sebelumnya
Ilustrasi listrik padam. (Freepik.com)

Samudrainfo.com, KLATEN — Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menanggapi pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah dalam beberapa waktu terakhir. Hamenang berharap PLN dapat memberikan informasi lebih dahulu kepada masyarakat sebelum melakukan pemadaman.

Hamenang mengungkapkan telah berkoordinasi dengan kepala daerah di sejumlah wilayah. Menurutnya, kondisi serupa juga terjadi di daerah lain karena pemadaman listrik cukup sering terjadi belakangan ini.

Selain berkoordinasi dengan kepala daerah lain, Hamenang juga berkomunikasi langsung dengan PLN. “Kami berkoordinasi dengan beberapa bupati dan wali kota. Ternyata memang terjadi di seluruh wilayah, khususnya di Pulau Jawa. Semua berkoordinasi dengan PLN di wilayah masing-masing. Jawabannya sama karena memang ada beberapa permasalahan,” kata Hamenang saat ditemui di Pasar Masaran Cawas, Sabtu (21/6/2026).

Hamenang berharap perbaikan dapat segera dilakukan oleh perusahaan pelat merah tersebut agar pasokan listrik kembali lancar dan tidak lagi memicu keluhan masyarakat akibat seringnya pemadaman.

Di sisi lain, Hamenang meminta PLN menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait wilayah yang akan mengalami pemadaman. Permintaan itu sekaligus merespons keluhan warga yang mengaku pemadaman kerap terjadi tanpa pemberitahuan sebelumnya.

“Harapan kami ada informasi yang disampaikan kepada masyarakat sehingga masyarakat bisa melakukan mitigasi. Kami akan terus berkoordinasi dengan PLN,” ujar Hamenang.

Salah satu warga Desa Barepan, Kecamatan Cawas, Jati, mengungkapkan pemadaman listrik terjadi dua kali dalam sepekan terakhir. Ia juga menyebut tidak ada pemberitahuan sebelumnya saat pemadaman berlangsung.

“Dua kali. Yang pertama pukul 13.00 WIB dan yang terakhir kemarin pukul 17.30 WIB. Untuk yang terakhir, pemadaman berlangsung sekitar 2,5 jam. Seharusnya ada pemberitahuan terlebih dahulu agar tidak menimbulkan kerugian lebih besar akibat mati listrik. Kasihan pelaku usaha yang mengandalkan aliran listrik. Tanpa pemberitahuan, tiba-tiba listrik mati,” kata Jati.

Camat Cawas, Joko Purwanto, menjelaskan pelayanan di kantor kecamatan tetap berjalan normal meskipun belakangan terjadi pemadaman listrik di sejumlah wilayah.

“Kalau pelayanan di kecamatan biasanya yang sifatnya legalisasi. Untuk pelayanan yang berbasis digital tidak banyak. Jadi biasanya hanya legalisasi. Kemudian permintaan data-data juga tetap bisa kami layani secara manual,” ujar Joko.

Meski pelayanan tidak terdampak signifikan, Joko mengatakan upaya mitigasi tetap dilakukan. Salah satunya dengan menyiagakan generator set (genset) yang dapat dioperasikan sewaktu-waktu saat terjadi pemadaman listrik.

Leave a Reply