Selidiki Pembakaran Warung Mi dan Babi, Polres Sukoharjo Gandeng Densus 88

Selidiki Pembakaran Warung Mi dan Babi, Polres Sukoharjo Gandeng Densus 88
Garis polisi dipasang di area Warung makan Mie dan Babi Tepi Sawah yang dibakar orang tak dikenal di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Sabtu (12/9/2026). (Daerah/Bony Eko Wicaksono)

Samudrainfo.com, SUKOHARJO — Aparat Polres Sukoharjo menggandeng Densus 88 Antiteror Polri dan Jatanras Polda Jateng dalam penyelidikan kasus perusakan dan pembakaran Warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Saat ini, polisi tengah mendalami keterangan dari 12 saksi guna mengungkap identitas para pelaku.

Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo mengatakan Polres Sukoharjo menggandeng Densus 88 Antiteror Polri dan Jatanras Polda Jawa Tengah dalam proses penyelidikan kasus perusakan dan pembakaran Warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol.

“Kami menggandeng Densus 88 Antiteror Polri dan Jatanras Polda Jateng. Proses penyelidikan terus berjalan dengan mendalami keterangan saksi. Namun demikian, untuk motif kasus ini, belum dapat disimpulkan,” kata dia, Selasa (15/9/2026).

Menurut Kapolres, petugas telah memeriksa 12 saksi, termasuk pemilik warung dan penjaga warung yang tertidur di kamar saat kejadian. Saat ini, petugas masih mendalami keterangan dari para saksi.

Hingga kini, garis polisi warna kuning masih dipasang di depan warung makan. Pemeriksaan di lokasi kejadian masih dilakukan sehingga aktivitas usaha dihentikan sementara. “Kami pastikan proses penyelidikan terus berjalan agar kasus ini segera terungkap dan terang benderang,” kata dia.

Sementara itu, penjaga warung sekaligus saksi, Ali mengatakan tengah lelap tertidur di bangunan semi permanen di depan warung makan. Tiba-tiba, sejumlah laki-laki mendobrak pintu kamar dan langsung menodongkan senjata tajam jenis pisau. 

Ali diminta keluar kamar dan jongkok sembari berhitung. Sementara pelaku lainnya merusak dan membakar sepeda motor dan bangunan semipermanen. Dia menduga para pelaku telah memetakan situasi dan kondisi di warung makan.

“Pelaku langsung menuju kamar dan mendobrak pintu. Sudah tahu titik-titik di area warung. Mungkin sudah direncanakan. Saat kejadian, kondisinya cukup gelap. Yang saya lihat, pelaku berjumlah empat orang menggunakan penutup wajah dan helm, ” ujar dia. 

Leave a Reply