Samudrainfo.com, SEMARANG — Ada pemandangan menarik saat Vanessa Zaneta Herly menginjakkan kaki di matras GOR Prof. Soedarto UNNES pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah (Jateng) 2026, Kamis (29/10/2026). Di balik keanggunan gerak dan ketenangannya memainkan alat bola, remaja 16 tahun itu membawa rekam jejak mentereng sebagai peraih double gold medali di ajang Pekan Olahraga Nasional (Popnas) 2025 Jakarta.
Siang itu, medali perunggu Porprov Jateng 2026 resmi dikalungkan di lehernya. Namun, bagi atlet muda asal Kota Solo tersebut, medali bukan sekadar pelengkap koleksi, melainkan bukti nyata keberhasilannya menaklukkan musuh terbesar di arena, yakni ketakutan dalam diri sendiri.
Siapa sangka, perjalanan karier gemilang pesenam yang kini duduk di kelas XI SMA itu juga bermula dari kebiasaan sederhana masa kecil. Bukan karena dorongan tradisi keluarga, melainkan rasa penasaran yang terpantik saat menonton tayangan gimnastik di YouTube.
“Saya di gimnastik sudah sekitar tujuh tahun. Awalnya dari kecil memang aktif, sering lihat gimnastik di YouTube. Ternyata ada klubnya di Solo, terus gabung dan keterusan sampai sekarang,” kenang Vanessa seusai kompetisi.
Keputusan impulsif tujuh tahun lalu itu menjelma menjadi awal perjalanan panjang yang membentuk mentalitas bajanya. Dunia gimnastik tidak hanya mengajarkan Vanessa cara meliukkan tubuh, tetapi juga menempa kedisiplinan dan daya tahan mental.
Berbagai dinamika kompetisi, mulai dari grafik penampilan yang naik-turun hingga keputusan juri yang terkadang tak terduga, telah menjadi makanan sehari-hari Vanessa. Namun menurutnya, ujian sesungguhnya bagi seorang peraih emas nasional bukan terletak pada kekuatan lawan, melainkan kemampuan mengendalikan aspek psikologis saat lampu arena menyorot tajam.
“Karena setiap perlombaan pasti ada up and down-nya, apalagi kalau ada dinamika penilaian. Kita harus bisa menjaga mental dengan segala hasil yang didapat,” jelasnya dengan senyum lebar.
Rekam jejaknya pun bukan kaleng-kaleng. Pada debutnya di ajang Porprov Jateng edisi lalu, Vanessa juga sukses menyumbangkan medali perak dan perunggu untuk Kota Solo. Kendati kini telah berada di jajaran pesenam papan atas nasional seusianya, ia tetap memilih membumi.
“Tantangan terbesar itu bukan melawan siapa di kompetisi, tapi ada di diri saya sendiri. Bagaimana saya bisa mengalahkan ketakutan dan mental saya sendiri agar terus tumbuh jadi lebih baik,” tegasnya.

Kerendahan Hati Seorang Juara
Tambahan medali perunggu untuk Kontingen Solo kali ini disikapi Vanessa dengan penuh rasa syukur. Baginya, setiap podium adalah bonus dari proses panjang yang dikerjakan bersama rekan-rekan setimnya.
“Tanpa kasih Tuhan, saya tidak bakal ada di sini. Keberhasilan ini adalah hasil perjuangan dan capek bersama teman-teman tim Solo. Di mana pun berada, kami akan selalu berusaha maksimal dan pantang menyerah,” tuturnya.
Menutup perbincangan, Vanessa menyelipkan pesan pembakar semangat bagi generasi muda yang ingin meniti jalan di dunia olahraga senam artistik maupun ritmik. Menurutnya, setiap tantangan harus disikapi dengan ketekunan dan motivasi tinggi.
“Tantangannya pasti banyak dan susah. Tapi kalau mau tekun, terus belajar, dan selalu mengandalkan Tuhan, pasti bisa melewati semuanya,” pungkasnya.
Medali perunggu Porprov Jateng 2026 ini melengkapi rekam jejak sang double gold medali Popnas 2025. Sekaligus membuktikan bahwa bagi Vanessa, mentalitas juara sejati jauh melampaui sekadar warna medali.

Leave a Reply