Samudrainfo.com, NGAWI – Dampak musim kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino mulai meluas di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi mencatat sebanyak 1.627 jiwa dari 627 keluarga mengalami krisis air bersih.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Ngawi, Partoyo, mengatakan ribuan warga terdampak tersebut tersebar di 12 desa yang berada di lima kecamatan. Berdasarkan hasil asesmen, warga di wilayah tersebut mengalami kesulitan mendapatkan air bersih sehingga membutuhkan bantuan melalui droping air.
Dia merinci, droping air bersih telah dilakukan di Kecamatan Pitu, Ngawi, Kasreman, Bringin, dan Karangjati. Bantuan tersebut menyasar Desa Kenongorejo, Bringin, Suruh, Ngancar, Bangunrejo Lor, Cantel, Kiyonten, Gunungsari, Karangtengah Prandon, Banyuurip, Ngawi, dan Rejuno.
“Dari hasil asesmen, sebanyak 1.627 jiwa dari 627 KK terdampak krisis air bersih. Mereka tersebar di 12 desa dan segera ditindaklanjuti dengan droping air bersih,” ujarnya, Senin (24/8/2026).
Partoyo menjelaskan, dampak kekeringan yang semakin meluas ini telah diantisipasi oleh BPBD Ngawi dengan menyiapkan sejumlah sarana pendukung seperti dua unit truk tangki, tandon air, dan terpal untuk keperluan droping air.
Selain itu, sejumlah stakeholder turut dilibatkan antara lain Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), Palang Merah Indonesia (PMI), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta komunitas yang ada di wilayah Kabupaten Ngawi.
“Dalam menghadapi musim kekeringan El Nino di wilayah Kabupaten Ngawi, BPBD menyiapkan dua truk tangki, tandon, terpal dan berkoordinasi dengan stakeholder terkait dalam mengatasi bencana kekeringan,” jelasnya.
Untuk meminimalisir dampak kekeringan, Partoyo mengimbau warga yang terdampak kekeringan segera melapor kepada BPBD Ngawi agar bisa ditindaklanjuti dengan droping air guna memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah terdampak.
Dia juga meminta masyarakat menggunakan air bantuan secara hemat dan sesuai kebutuhan. Hal tersebut dinilai penting karena musim kemarau masih berlangsung sehingga kebutuhan air bersih berpotensi meningkat.
“Imbauan dari BPBD, seluruh warga yang terdampak kekeringan segera berkoordinasi dengan BPBD untuk ditindaklanjuti dan didroping air bersih dan untuk penggunaan air bersih harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” pungkasnya.

Leave a Reply